Tuesday, May 15, 2018
Home »
AGEN JUDI TERBAIK
,
BERITA ONLINE
,
BERITA TERKINI
,
BERITA TERUPDATE
,
POKER ONLINE
» Kondisi Bocah Selamat dari Ledakan Bom; AAP Bangun Tanpa Sadar, Tiga Lainnya Sudah Bisa Bicara
Kondisi Bocah Selamat dari Ledakan Bom; AAP Bangun Tanpa Sadar, Tiga Lainnya Sudah Bisa Bicara
Poker Online - Kondisi bocah perempuan berinisial AAP (8) mulai membaik usai menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Jatim. Namun, dia masih terpengaruh obat bius usai menjalani operasi.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan, AAP menjalani operasi pada Senin malam (14/5/2018). Saat ini kondisinya mulai membaik. Namun, belum sepenuhnya sadar akibat pengaruh obat bius.
"Sudah sadar tetapi masih berat. Masih bangun, tidur, bangun, tidur," kata Machfud Arifin kepada wartawan, Selasa (15/5/2018).
AAP adalah bocah perempuan yang selamat pada ledakan bom di gerbang Mapolrestabes Surabaya. Dalam kejadian itu, dia dalam posisi dibonceng ayahnya pada motor pertama. Saat bom meledak, AAP sempat terlempar beberapa meter sebelum diselamatkan polisi.
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Frans Barung Mangera mengatakan, saat itu AAP berboncengan dengan ayahnya Tri Murtiono dan ibunya Tri Ernawati. Mereka mengendarai motor pertama.
Sementara motor kedua yang berada di belakangnya dikemudikan Muhammad Dafa Amin Murdana kelahiran Surabaya 16 Desember 1999 yang berboncengan adiknya Muhammad Dari Satria Murdana kelahiran Sidoarjo, 31 Mei 2003. Keduanya tewas di lokasi kejadian.
"Paman dari yang bersangkutan (AAP) akan hadir. Tapi saat ini yang bersangkutan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim," katanya.
Sementara tiga anak korban selamat dalam kasus ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, AR(15), FP (11), dan GHA (10) yang kini dirawat di RS Bhayangkara Polda Jatim, sudah sadar. Bahkan diakui Machfud, ketiganya sudah bisa diajak berkomunikasi.
Machfud melanjutkan, fokusnya saat ini adalah anak-anak selamat tersebut harus diberikan pendampingan. Menurutnya, pendampingan nantinya diberikan dari para Polwan yang sudah terlatih, dan para psikolog untuk bisa memberikan pemahaman yang baik. Apalagi semua orang tua dari anak-anak tersebut sudah meninggal.
"Tinggal nanti harus diberikan kepada siapa. Orang tuanya yang bener, yang merawat nanti. Mungkin neneknya, adiknya, pamannya dan sebagainya dengan catatan orang yang punya pemahaman yang waras," ujar Machfud.
Poker Online - Machfud juga menjanjikan, pihak kepolisian akan melakukan pendampingan terus terhadap anak-anak tersebut, sampai benar-benar sembuh dan kembali seperti sedia kala. Baru kemudian akan diberikan kepada orang yang berhak.
Anak-anak tersebut juga tidak akan diserahkan kepada sembarang orang. "Otoritas penyerahan anak-anak ini ada pada saya. Kalau sudah saya yakinin untuk diserahkan, akan saya serahkan sambil proses penyembuhannya," ujar Machfud.






0 comments:
Post a Comment